Detail Cantuman Kembali
analisa kerusakan floatingdock V pada PT.XYZ dengan menggunakan failure mode and effect analysis (FMEA) dan cause effect diagram (CED)
Indonesia merupakan negara kepulauan maka dari itu alat transportasi laut sebagai jalur utama, kapal merupakan sarana transportasi penghubung antar pulau sehingga kapal harus dalam keadaan baik salah satu dengan cara melakukan perawatan salah satu fasilitas perawatanya adalah floating dock. Floating dock merupakan fasilitas pengedokan yang penting dalam menunjang proses reparasi kapal, apabila floating dock serta komponen tersebut rusak atau tidak dapat beroperasi maka akan menyebabkan keterlambatan pada reparasi kapal, sehingga berdampak pada menurunya pendapatan perusahaan. Maka komponen dari floating dock harus dilakukan perawatan berkala sehingga tidak terjadi kerusakan. Penelitian ini menggunakan metode failure effect and mode analysis (FMEA) dan cause effect diagram (CED). Hasil penelitian ini didapatkan 5 nilai risk priority number (RPN) tertinggi yaitu minimnya pengetahuan pekerja (252), pontoon mengalami korosi (210), kerusakan pada impaller pompa (180), pipa mengalami kebocoran (180), pompa pada as mengalami kerusakan (168). Pontoon deck yang disebabkan pontoon mengalami korosi atau keropos sehingga menyebabkan patahan dan bocor. Oleh karena itu diberikan usulan perbaikan dengan melakukan traning pada calon pekerja sehinga meminimalisir kesalahan dalam perencanaan perbaikan, annual survey 5 tahun sekali pada floating dock, pembuatan jadwal perawatan, menganti umur komponen sesuai waktunya, melakukan proses preventive maintenance scara konsisten.
622.22.18 Gym a
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2022
Surabaya
xiii, 117 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







